Tulisan Ayah│Cerita Ayah│Kajian│Sirah Nabawy│Tafsir Quran│Hadits│Tips dan Trik│

Tahdzib Sirah Ibnu Hisyam, Serial sirah Ibnu Hisyam

Gambar : Kumpulan Kitab

Pada awal masa muda, saya (Abdussalam Harun) berusaha – berulangkali – untuk membaca kitab ini dari permulaan sampai penghujungnya. Namun, ada yang menghalangi saya, yaitu ketidaksistematisan dan paparan-paparan panjang yang saya dapati di dalamnya, yang melelahkan pikiran dan mendatangkan kejenuhan. Saya pun tidak sanggup membacanya, kecuali beberapa bagian terpisah yang menurut saya seumpama taman-taman bunga di tengah-tengah padang tandus, yang membuat saya tidak bisa lepas darinya dikarenakan ungkapan-ungkapannya yang indah dan cita-cita agungnya yang mempesona.

Sebenarnyalah, pada saat menelaah sirah saya merasakan sesuatu yang juga saya rasakan pada saat membaca Kitabullah dan hadis-hadis Rasulullah, yakni ibadah yang demikian jujur dan kekhusyu’an yang begitu tenang. Mungkin, di antara rahasia tersembunyi yang selalu menarik saya untuk kembali membacanya adalah kenyataan bahwa ayah saya termasuk salah satu pengarang buku sirah. Beliau menulis satu karya ringkas yang diberi judul Talkhish ad-Durus al-Awwaliyah Fis Sirah al-Muhammadiyah. Beliau menyusunnya dalam 30 pasal. Dan, dalam rentang waktu yang panjang beliau tidak mengajarkan kitab apa pun selainnya di lembaga-lembaga pendidikan diniyah. Sebab, salah satu kurikulum belajar di sana mencakup satu pelajaran khusus yang disebut ‘Studi Sirah’.

Hanya saja, meski pun demikian, saya belum pernah membaca Sirah Ibnu Hisyam secara utuh, dikarenakan sebab-sebab yang telah saya sebutkan di muka, yakni ketidaksistematisan susunannya dan banyaknya paparan-paparan panjang di sana. Seorang pembaca Sirah Ibnu Hisyam akan menghadapi pasal-pasal panjang yang mengulas nama-nama para tawanan Perang Badar, nama-nama kuda kaum muslimin dalam Perang Badar, juga daftar nama siapa saja yang hadir dalam Perang Badar baik dari muslimin Muhajirin maupun Anshar, siapa saja yang gugur syahid pada Perang Badar, siapa saja kaum musyrikin yang terbunuh di sana, dan syair-syair yang digubah orang tentang Perang Badar. 

Masih ada lagi perkara-perkara mendetail lain yang semisalnya, syair-syair yang panjang-lebar, paparan nasab yang bertele-tele, uraian-uraian kebahasaan, juga sejumlah besar penafsiran ayat-ayat Kitabullah yang tidak ada sangkut paut langsungnya dengan inti sirah Nabi, meskipun masih berputar di sekelilingnya. Hal lain yang serupa adalah sanad yang mengawali sebagian besar paragraf Sirah Ibnu Hisyam, yang sebenarnya tidak memiliki nilai penting kecuali bagi para ulama kritikus hadis.


Sumber:

Tahdzib Sirah Ibn Hisyam, h. 12-13

Share:

8 comments:

  1. wah baru tahu ayahnya juga pembuat buku sirah ya mas, keren juga

    bacaan tingkat tinggi...perlu pemahaman dan konsen tinggi kalau aku yang awam ini baca hehe...susunan bahasa biasanya mempengaruhi ya

    ReplyDelete
  2. Wah ... Ulasan yang detail. Terima kasih telah berbagi.selamat pagi. Salam sehat untuk keluarga di sina

    ReplyDelete
  3. Saya jadi pengen membaca secara utuh
    Saya kan suka sekali dengan sejarah

    ReplyDelete
  4. summary yang menarik....

    Thank you for sharing

    ReplyDelete
  5. ada versi khulashohnya tidak ya, biar pas baca engga bertele-tele

    ReplyDelete
    Replies
    1. he...he..berarti pernah belajar Nurul yaqien ya

      Delete

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan

Featured Post

Bantuan Beasiswa Bagi Mahasiswa Anak Pedagang Kecil Terdampak PPKM Darurat Gelombang 2

Pandemi tak jua berakhir di Indonesia, pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi Pandemi. Nampaknya  belum ada tanda berakhir...

Blog Archive

Most Popular

Followers