Tulisan Ayah│Cerita Ayah│Kajian│Sirah Nabawy│Tafsir Quran│Hadits│Tips dan Trik│

Mengenal Ibnu Ishaq : Imam ahli Shirah dan Maghazi serial Shirah Ibnu Hisyam

Ada empat ulama yang karyanya menjadi pegangan utama dalam kajian kita: Ibnu Ishaq, Ibnu Hisyam, as-Suhayli, dan 'Abdussalam Harun, semoga Allah merahmati mereka semua.

Ibnu Ishaq (w. 53 H) adalah penyusun As-Siyar Wal Maghazi atau lebih dikenal sebagai Sirah Ibn Ishaq, karya tertua di bidang ini yang kemudian diseleksi dan diringkas oleh Ibnu Hisyam. Ibnu Hisyam (w. 213 H) adalah penyusun Sirah Ibnu Hisyam, yang karena alasan-alasan tertentu menjadi cukup sulit dikaji oleh kebanyakan orang dan disistematisasi oleh Syaikh Abdussalam Harun. As-Suhayli (w. 581 H) adalah penyusun Ar-Rawdhul Unuf, syarah (penjelasan) atas Sirah Ibnu Hisyam. Sedangkan 'Abdussalam Harun (lahir 1326 H/1909 M) adalah penyusun Tadzhib Sirah Ibn Hisyam yang karyanya kita rujuk di sini. Biografi mereka akan disitir secara singkat, berikut sedikit perkenalan atas karyanya, dimulai dari Ibnu Ishaq.

Nama dan nasabnya adalah Abu ‘Abdillah – atau: Abu Bakr – Muhammad bin Ishaq bin Yasar bin Khiyar – menurut riwayat lain: bin Yasar bin Kutan – al-Madiniy, maula Qays bin Makhramah bin al-Mutthalib bin ‘Abdi Manaf. Dilahirkan tahun 80 atau 85 H di Madinah. Kakeknya, Yasar, adalah seorang tawanan dari ‘Ayn Tamr dan tawanan Irak pertama yang dibawa ke Madinah. Pada masa kecilnya, Ibnu Ishaq sempat mendapati Anas bin Malik, pelayan Rasulullah, namun belum cukup umur untuk meriwayatkan darinya. Anas sendiri wafat pada 93 H.

Beliau telah mengembara untuk mencari ilmu sejak muda. Setelah menyelesaikan dasar-dasar keilmuan di kota kelahirannya, beliau mencari ilmu ke Kufah, Jazirah, Ray, dan Baghdad. Di ibukota kekhalifahan Abbasiyah ini pula beliau akhirnya bermukim sampai wafat. Beliau juga pernah mengunjungi Iskandariyah tahun 115 H.

Di antara gurunya adalah Ishaq bin Yasar (ayahnya), Musa bin Yasar (pamannya), Aban bin Utsman, Basyir bin Yasar, Sa’id bin Abi Hind, Sa’id al-Maqburiy, Abbas bin Sahl bin Sa’ad, Abdurrahman bin Hurmuz al-A’raj, Muhammad bin Ibrahim at-Taymi, Abu Ja’far al-Baqir, Fathiman binti al-Mundzir, Ibnu Syihab az-Zuhri, dan masih banyak lagi.

Imam Syafi’i berkata, “Siapa pun yang ingin mendalami maghazi (riwayat kehidupan dan jihad Rasulullah) maka ia berhutang budi kepada Muhammad bin Ishaq.” Al-Marzubani berkata, “Muhammad bin Ishaq adalah orang pertama yang mengumpulkan maghazi Rasulullah dan menyusunnya (dalam sebuah karya).”

Meski dikenal luas ilmunya, namun ada beberapa komentar miring terhadap dirinya. Secara umum, tuduhan terhadap beliau berpangkal pada dua hal. Pertama, validitas riwayatnya. Kedua, madzhab dan pemikirannya. 

Terkait isu pertama, seluruhnya berpangkal pada dua orang saja, yaitu Hisyam bin Urwah dan al-Imam Malik bin Anas. Hisyam menuduhnya berbohong karena Ibnu Ishaq mengaku pernah mengambil riwayat dari Fathimah binti al-Mundzir (istri Hisyam), sementara Hisyam menolak kemungkinan itu. Hanya saja para ulama akhirnya menyimpulkan tuduhan Hisyam tidak benar, dengan ulasan yang panjang jika disitir di sini. Adapun Malik bin Anas, diketahui bahwa beliau sebaya dengan Ibnu Ishaq dan memiliki semacam ‘persaingan’ yang lazim didapati di antara orang-orang yang seangkatan. Mereka sama-sama kurang mengakui otoritas kawannya. Salah satu tuduhan Malik bersumber dari kebiasaan Ibnu Ishaq yang mengumpulkan riwayat dari keturunan orang-orang Yahudi dan Kristen, sementara Malik hanya mengutip dari sumber yang benar-benar bisa dipercaya. 

Akan tetapi, konsentrasi keduanya memang berbeda. Malik adalah ulama fiqh, sehingga kehati-hatiannya dalam mengambil sumber sudah pada tempatnya. Sementara Ibnu Ishaq lebih menekuni sejarah, sehingga dalam kasus-kasus tertentu yang melibatkan kaum Yahudi dan Kristen di masa lalu, mau tidak mau beliau harus bertanya kepada keturunan mereka yang telah masuk Islam. Tujuannya untuk verifikas…

Share:

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan

Featured Post

Bantuan Beasiswa Bagi Mahasiswa Anak Pedagang Kecil Terdampak PPKM Darurat Gelombang 2

Pandemi tak jua berakhir di Indonesia, pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi Pandemi. Nampaknya  belum ada tanda berakhir...

Blog Archive

Most Popular

Followers