-->

Tulisan Ayah│Cerita Ayah│Kajian Islam│ Sirah Nabawy│Tafsir Quran│Hadits│Tips dan Trik│Teknologi

Salahkan Furnitur Untuk Pendidikan Yang Buruk!

Kursi Dan Meja


Dalam proses belajar, ada penentu apakah seorang siswa benar-benar belajar. Faktor-faktor seperti kemampuan dan keefektifan instruktur, metode pengajaran, perhatian siswa ... Tapi tahukah Anda bahwa penempatan furnitur kelas juga mempengaruhi pembelajaran? Ya itu.
Ruang kelas disebut lingkungan belajar baik bagi guru maupun siswa. Yang pertama mengontrol pengaturan kelas, dan yang terakhir, dalam arti tertentu, dikendalikan oleh lingkungan kelas dan elemen-elemennya. Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, guru mendominasi lingkungan kelas. Dalam kebanyakan kasus, guru bahkan mempersonalisasi lingkungan kelas. Guru percaya bahwa melalui ini mereka dapat mengontrol interaksi sosial antara siswa. Jika kelas diatur untuk memberi siswa kebebasan dan kenyamanan, guru dapat mengajukan pertanyaan kepada siswa dan mendorong mereka untuk berpartisipasi dengan cara yang jauh lebih mudah.
Stimulasi sensorik adalah efek lain dari lingkungan kelas yang baik. Untuk anak-anak, mudah untuk belajar di kelas yang sangat menarik, karena ada unsur daya tarik sensorik. Foto, warna, suara, dll. Penempatan furnitur mempengaruhi alokasi ruang, dan alokasi ruang mempengaruhi lingkungan belajar. Jika kelas terlihat kecil dan kecil bagi siswa, mereka merasa dibatasi dan mereka tidak berinteraksi dengan baik. Di sisi lain, jika ada cukup ruang di dalam kelas, siswa akan merasa ada ruang untuk interaksi.
“Banyak guru dan manajer cenderung fokus pada pendidikan dan masalah interpersonal, mengabaikan konteks fisik dan spasial di mana proses pendidikan dan pembelajaran terjadi.” (Loughlin & Suina, 1982; Weinstein, 1981.). Seperti yang diamati, ini tentu benar. Apa yang dimaksud dengan kelas siswa yang tampaknya pintar ketika ruang kelas terlalu gelap untuk berinteraksi?
Saat ini, teknologi terintegrasi ke dalam kurikulum. Sebaliknya, tidak ada gunanya kecuali pengaturan kelas telah diperbaiki untuk menciptakan suasana partisipasi.
Secara tradisional, ada dua pola penempatan kelas: penempatan teritorial dan fungsional. Dalam pengaturan wilayah, meja ditempatkan berdasarkan kepemilikan dan secara fungsional sesuai dengan tugas kegiatan. Keduanya bisa efektif selama faktor eksternal dipertimbangkan dengan cermat.
Sungguh menakjubkan mengetahui bahwa penempatan furnitur memengaruhi pembelajaran, tetapi kenyataannya itu benar.

0 Komentar untuk "Salahkan Furnitur Untuk Pendidikan Yang Buruk!"

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan

Back To Top