Home » , , , , » Sejarah Awal Mula Kodifikasi Hadits

Sejarah Awal Mula Kodifikasi Hadits


Kehati-hatian para ulama'dan kekhawatiran akan bercampurnya antara Al Quran dan Hadits dalam kodifikasi, menjadi sejarah panjang kodifikasi hadits. Demikianlah, keadaan seperti ini terus berlangsung hingga masa pemerintahan khalifah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, yang memangku kekhilafahan antara tahun 99 sampai 101 Hijriyah. Para ulama menyitir bahwa beliau terus-menerus beristikharah selama 40 hari perihal kodifikasi hadis. Lalu, Allah pun mengisyaratkan agar beliau melaksanakannya. Beliau kemudian mengizinkan Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Umar bin Hazm untuk mendokumentasikan hadis. Maka Abu Bakr bin Hazm pun menuliskan hadis-hadis yang dihafalnya lalu ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz mengirim salinannya ke berbagai kota. Abu Bakr sendiri adalah Qadhi (hakim agung) dan Wali (gubernur) Madinah, yang wafat pada 120 H.

Demikian pula ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz menginstruksikan kepada Muhammad bin Muslim bin Syihab az-Zuhri, guru Imam Malik, agar mengkodifikasi hadis Rasulullah. Ia pun menyusun satu kitab dalam bidang ini.

Setelah itu kaum muslimin melanjutkan penyusunan kitab-kitab hadis, namun kitab-kitab mereka tidak terikat pada suatu metode tertentu dalam hal penyusunan maupun sistematikanya. Mereka hanya menyusunnya begitu saja, sesuai apa yang terlintas dalam pikirannya. Sebagian mereka ada pula yang mulai menulis karya dalam satu bab tertentu terkait tema-tema syariat. Penulisan karya-karya terus berlanjut secara bertahap, hingga kita bisa mendapati mereka mulai membuat bab-bab hadis dan memisahkan bab-bab tertentu untuk menceritakan kisah-kisah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka menceritakan kisah kelahiran dan penyusuan beliau, demikian seterusnya sampai beliau diutus sebagai Nabi. Kemudian mereka memisahkan cerita perihal kondisi beliau selama di Makkah, seperti kisah dakwah beliau kepada kaum Quraisy agar menerima agama Allah, serta kesabaran beliau menghadapi gangguan dan siksaan mereka terhadap diri beliau maupun para Sahabatnya. Lalu mereka juga mulai membicarakan kisah-kisah peperangan beliau dan pengiriman detasemen-detasemen militer (sariyyah) yang beliau lakukan, serta kisah-kisah lain yang semisalnya terkait jihad.

Para sejarawan – di sisi lain – bergerak dengan menulis kitab-kitab sejarah secara umum. Kadang sebagian dari mereka ada yang mengkhususkan bagian untuk mengulas sejarah hidup Rasulullah yang mulia; untuk memuaskan kecenderungan relijius mereka secara spesifik, yang memandang diri beliau – tak diragukan lagi – sebagai sosok teladan bagi kaum muslimin dan pembimbing bagi para pencari hidayah.


Sumber:

Tahdzib Sirah Ibn Hisyam, h. 8

Thanks for reading Sejarah Awal Mula Kodifikasi Hadits

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan