Pages

Tuesday, May 14, 2019

Wisata Mangrove desa Lembar Selatan, sebuah kenangan masa kecilku

download artikel ayah tulisan ayah wisata mangrove sasak Orong Bukal pohon bakau Puyahan
Wisata Mangrove desa Lembar Selatan

Pagi ini (14/5/19, saya mendapatkan kiriman photo-photo adik perempuan saya brsama bapak sedang berada di wisata mangrove desa Lembar Selatan. Saya jadi teringat waktu kecil ditahun delapan puluhan, di hutan mangrove ini terdapat kebun kelapa yang begitu luas milik salah seorang bangsawan keturunan datu (raja ,sasak).


Kebun kelapa ini terletak persis di pinggir muara sungai selat Lombok, kami menyebutnya Orong Bukal (sebutan nama muara sungai) yang berdampingan dengan sekolah dasar tempat sekolah saya, sering kali jika waktu istirahat saya bermain di kebun tersebut untuk sekedar mencari kelapa tua yang jatuh dari pohon kelapa yang ada di sekelilingnya. Lumayan, waktu itu satu buah kelapa bisa dijual antara 100 hingga 200 rupiah, hitung-hitung  untuk tambahan uang jajan.

Jalan menuju wisata Mangrove

Kebun kelapa ini juga menyimpan banyak kenangan bagi saya, jika tiba waktunya pembagian raport maka wali kelas akan mengajak kami ke kebun tersebut untuk menerima raport, pengumuman juara dan tentu saja menyantap bekal makanan yang kami bawa dari rumah masing-masing sambil bersenda gurau. Kenangan ini tentu saja bagi saya teramat manis untuk dilupakan, sebab dikebun inilah kami terbiasa saling bertukar lauk pauk saat makan, yang paling saya suka jika ada anak-anak dari Puyahan (nama desa dekat laut) membawa ikan laut sebagai lauk mereka. Maka saya dengan senang hati ,  akan menukar dengan daging ayam yang saya bawa, anak-anak Puyahan kebanyakan orang tua mereka adalah para nelayan yang setiap hari melaut untuk menangkap ikan yang menjadi sumber penghidupan mereka.


Mereka para siswa dari desa ini, terkenal cerdas hanya saja , di saat itu mereka tidak banyak mendapatkan kesempatan melanjutkan sekolah, karena ketidakmampuan orang tua mereka membiayai sekolah lanjut bagi anak-anaknya. Terkadang saat pulang kampung saya melihat teman-teman seangkatan saya dulu banyaknya yang menjadi buruh,TKI atau meneruskan pekerjaan orang tua mereka sebagai nelayan.

Kebun kelapa yang dulu kami sering bermain disana, kini telah banyak dibangun gudang-gudang penyimpanan semen,pupuk dan barang-barang industri. Letaknya yang tidak jauh dari pelabuhan Lembar, menjadi pertimbangan mengapa tempat tersebut dijadikan gudang-gudang penyimpanan sementara. Beberapa tahun terakhir ini, pemerintah desa Lembar Selatan melihat potensi wisata mangrove untuk dikembangkan menjadi tempat wisata. Lalu di bangunlah jembatan-jembatan yang menghubungkan antar tempat di sepanjang sungai mangrove tersebut. Kemudian para wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut dapat menikmati pemandangan disekitar mangrove sambil berkeliling dengan menggunakan kapal kecil yang bermesin diesel.

Bila telah puas berkeliling , para wisatawan juga bisa memancing ikan atau singgah di sebuah rumah apung yang dibangun disekitar hutan mangrove, airnya yang tenang dan jernih membuat kita betah berlama-lama menikmati pemandangan dan kicauan burung yang berkembang biak disekitar pohon bakau. Dahulu ketika saya masih kecil , tempat wisata ini merupakan tempat angker, sebab menurut cerita para orang tua kami di sungai tersebut terdapat banyak buaya, kini tempat tersebut telah menjadi tempat wisata yang layak untuk didatangi oleh para wisatawan.

10 comments:

  1. Wah tempat ini penuh kenangan ya kak, jadi teringat masa kecil deh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya , hanya sebagiannya ada yg sudah jadi bangunan

      Delete
  2. Mangrove memiliki keindahan tersendiri,,, saat ini lagi di kembangkan para pencinta lingkungan

    ReplyDelete
  3. wah asyik juga ya gan bisa jalan-jalan ke hutan mangrove dan bisa sekalian nostalgia masa kecil dulu, pasti sangat berkesan ya :)

    ijin follow blog nya ya gan ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan mas Zunif terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  4. Wah....bakalan jdi terkenal mangrove dan orong bukal

    ReplyDelete
  5. Wah....bakalan jdi terkenal mangrove dan orong bukal

    ReplyDelete
  6. Aku suka program yang diterapkan.
    Tidak cuma sekedar dibangun pergudangan sebagai penganti lahan kelapa sawit, tapi juga areanya dibuat sarana wisata mangrove ...

    Patut diacungi jempol, alam tetap dilestarikan.

    Semoga hutan mangrove desa Lembar Selatan ini makin banyak dikunjungi wisatawan, mas Mawardi.

    ReplyDelete

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan