Home » , » Besarnya Tanggung Jawab seorang suami

Besarnya Tanggung Jawab seorang suami

download tulisan ayah artikel kajian kisah hikmah pemimpin Rasulullah HR. Muslim neraka sholat
Tasyakuran 

Setiap kita adalah pemimpin, paling tidak memimpin diri sendiri dan setiap pemimpin pasti akan dimintai pertanggungan jawab di akhirat kelak. Rasulullah telah berpesan tentang akan dimintainya seorang pemimpin akan tanggung jawab kepemimpinan, begitu beratnya hal ini maka sejak jauh-jauh hari Rasulullah telah mengingatkannya. Rasulullah SAW. Bersabda :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِىِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَنَّهُ قَالَ « أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالأَمِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِىَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ »(رَوَاهُ مُسْلِمٌ)
Artinya: Dari Ibnu Umar RA dari Nabi SAW sesunggguhnya bersabda: sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah pemimpin atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin atas anggota keluarganya dan akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri adalah pemimpin atas rumah tangga dan anak-anaknya dan akan ditanya perihal tanggungjawabnya. Seorang pembantu rumah tangga adalah bertugas memelihara barang milik majikannya dan akan ditanya atas pertanggung jawabannya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya atas pertanggungjawabannya (HR. Muslim).

Sungguh berat sebuah amanah bagi seorang pemimpin, padahal akhir-akhir ini kita lihat banyak orang yang ingin menjadi pemimpin , meskipun mereka tahu bahwa kepemimpinan mereka akan di pertanggungan  jawab di kemudian hari.

Diantara para pemimpin yang memiliki amanah berat adalah para lelaki yang telah menjadi suami,tanggung jawab suami begitu berat sebab ia tidak hanya bertanggung jawab pada dirinya namun ia bertanggung jawab terhadap keluarganya. Allah SWT. Berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ


Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.( At Tahrim ayat 6)
Ayat diatas berbicara tentang tanggung jawab seorang suami yang beriman, hal ini dibuktikan dengan ungkapan يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا (hai orang-orang yang beriman) artinya Allah memanggil orang yang beriman, seorang lelaki yang beriman. Dalam al Qur’an kata-kata aamanu disebut sebanyak 88 kali, menandakan bahwa ayat ini Sangat urgen untuk diperhatikan.
Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa seorang laki-laki (suami) paling tidak ia memiliki tiga jenis tanggung jawab.

Pertama, seorang suami  ia bertanggung jawab atas keselamatan dirinya dari jilatan api neraka,maka dalam hal ini suami sebelum bertanggung jawab kepada orang lain ia haru menyelamatkan dirinya. Maknanya seorang suami harus sholeh, sebagai usaha menyelamtakan diri dari api neraka.

Kedua,seorang suami bertanggung jawab atas keluarganya, bisa jadi seorang suami mampu menjaga dirinya dari api neraka tapi belum tentu mampu menjaga keluarganya. Jika ada seorang istri tidak menutup auratnya maka yang dimintai pertanggungan  jawaban kelak di akhirat adalah suaminya, maka para suami hendaknya mengarahkan istrinya untuk menjadi istri shalehah paling tidak menutup auratnya. Demikian juga , jika seorang ayah membiarkan anaknya tidak mengerjakan sholat, padahal umurnya sudah mukallaf. Jika sang ayah tidak membiasakan anaknya sejak kecil untuk menjalankan sholat, lalu terbawa hingga  mereka dewasa tidak mengerjakan sholat, maka kelak ayah akan di mintai pertanggungan jawab tentang pendidikan anaknya.

Ketiga, seorang suami meskipun ia telah mempunyai keluarga besar bersama istrinya, ia tetaplah seorang anak dari seorang ibu yang telah melahirkannya. Bukanlah sebuah kebaikan jika seorang suami membahagiakan istrinya, tetapi ibunya menderita akibat perlakuan yang mengutamakan istrinya. Al Qomah adalah contoh nyata , bagaimana seorang suami yang mengutamakan istrinya daripada ibunya, di akhir hayatnya ia tidak mampu mengucapkan  kalimat syahadat. Kecuali setelah ibunya memaafkan Al Qomah, dapat mengucapkan dua kalimat syahadat, bayangkan jika ibunya tidak memaafkan, maka sungguh sia-sia kesalehan selama ini.

Demikianlah sesungguhnya tanggung jawab seorang, lelaki yang telah menjadi seorang suami,sungguh tidak ringan. Karena itu hendaknya para suami menjadikan surat At Tahrim ayat 6 , sebagai sebuah early warrning (peringatan dini) agar tidak menyesal di kemudian hari.

Thanks for reading Besarnya Tanggung Jawab seorang suami

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

5 komentar:

  1. semoga sebagai istri aku juga bisa membimbing suami agar lbh taat dlm menjalankan kewajiban thd yg di Atas.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, sebuah harapan dari seorang istri semoga jadi kenyataan

      Delete
  2. Subhanallah, ternyata semua memiliki peran dan tanggungjawab masing-masing yaa yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban pula..

    ReplyDelete
  3. Semua nya adil diberi tanggung jawab dan peranan masing masing oleh maha pencipta😊
    Semoga kita semua selalu dibimbing untuk menjadi manusia yg adil dlm urusan dunia dan akhirat tentu nya

    ReplyDelete

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan