Home » , , , » Sebab rindu sudah tidak tertahan akhirnya mudik juga ke Lombok

Sebab rindu sudah tidak tertahan akhirnya mudik juga ke Lombok

jepretan si Qonita saat di Bali lewat sawah teras siring

Setelah sempat menahan diri selama dua kali, untuk tidak pulang ke Lombok mendengar kabar bapak dalam keadaan sakit. Akhirnya kabar bapak sakit untuk yang Ketiga kalinya diawal 2019, Menjadi alasan yang kuat bagai saya pribadi untuk segera pulang merawat bapak. Meski sempat terjadi perdebatan siapa yang pulang, antara saya dengan isteri saja atau seluruh keluarga yaitu anak-anak dan eyang putri mereka yang kebetulan sedang dirumah kami.

Dengan berbagai macam pertimbangan termasuk psikologisnya bapak, akhirnya kami memutuskan untuk pulang sekeluarga. Jadilah kami sekeluarga mudik ke pulau Lombok, ya pulau Lombok yang beberapa bulan silam terjadi gempa dan menimbulkan kerusakan parah diberbagai tempat bahkan keluarga kami yang terdampak paling ringanpun harus tidur didalam tenda selama satu bulan lebih. Ketika pulang kami tidak membayangkan aka nada gempa, yang terbayang dibenak kami bagaiman keadaan bapak. Sebab sehari sebelum kami pulang beliau muntah-muntah, urine nya berwarna merah dan maag nya kambuh.Sejak ditinggal ibu, dan bapak berbisnis jual beli tanah beliau memang sangat sibuk hingga terkadang lupa makan dan istirahat.
atas kapal
saat di kapal antara Jawa dan Bali 

Kami memutuskan untuk pulang merawat bapak, menggunakan kendaraan pribadi dengan pertimbangan untuk mempermudah mobilitas di Lombok. Lagi-lagi saya harus menahan kantuk ketika menyetir, agar bisa sampai di Lombok se segera mungkin demi menjenguk bapak. Kerinduan kami kepada beliau, Menjadi energy tersendiri agar saya kuat melakukan perjalanan meski harus menyetir sendiri.

Sebelum sampai di Lombok saya telah berkomunikasi dengan adik untuk memeriksakan bapak ke rumah sakit, agar bisa segera tertakani penyakit yang beliau derita. Ditengah perjalanan saya berkomunikasi terus dengan adik,  dan dapat kabar kalau hasil deteksi dokter beliau mengalami infeksi saluran kandung kemih. Sebagai langkah antisipatif, saya telah membelikan bapak obat herbal yang biasa beliau konsumsi beberapa tahun belakangan ini.

Kapal selat Lombok antar Bali Lombok
Antara Bali dan Lombok

Tiba di pelabuhan Lembar –Lombok, kami disambut hujan deras dan kapal tidak bisa segera bersandar karena ada kegiatan bongkar muat di dermaga yang dituju. Usai menunggu selama satu jam, akhirnya kendaraan kami bisa melaju dijalanan aspal jalur Lembar –Mataram. Dipintu gerbang pelabuhan kendaraan kami disambut genangan air setinggi 100 sentimeter, jalanan yang seharusnya steril dari genangan air ini, belum bisa diatasi akibat tidak maksimalnya fungsi drainase yang dibuat oleh pemerintah setempat. Dua puluh manit perjalanan kami telah benar-benar tiba dirumah, terlihat adik-adik dan keponakan beserta bapak telah menunggu dirumah. Mereka menyambut kami dengan penuh antusias, kami bersalaman dan berpelukan karena rindu yang mendalam. Berkumpul bersama keluarga, telah Menjadi kebiasaan saya, yang sulit untuk dihilangkan sehingga pertemuan kami selalu hangat dan penuh rindu. Hampir 20 tahun merantau ke Malang, saya seperti anak yang selalu dirindukan (ge er dikit ) kehadirannya terutama disaat musim Lebaran. Nantikan lanjutannya fenomena Lombok pasca Gempa

Thanks for reading Sebab rindu sudah tidak tertahan akhirnya mudik juga ke Lombok

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

11 komentar:

  1. Wahhh keren banget nih bisa pulang bareng keluarga sama sama, jarang banget moment kek gini. Terakhir kalau saya bisa bareng satu keluarga itu waktu SMP kelas 2, dan itu pas ngumpulnya dan pulang kampung deh naik kapal pada saat itu.. salut pak

    ReplyDelete
  2. Bagaimana kondisi di sana pasca gempa?

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah. Memang keluarga selalu memberi alasan untuk kita kembali Gan. Terima kasih

    Monggo singgah di www.abdulmajid.id

    ReplyDelete
  4. Bagaimana kabar Lombok, apakah masih pedas hahaha?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah semakin baik, kalo lombok cabe tetap pedas, terima kasih kunjungannya

      Delete
  5. Jadi anak rantau memang tampak lika liku ya, orang tua sakit, baru dipaksa bisa pulang. Dan semua memang ada hikmahnya. saya pun juga demikian.
    LAma tidak pulang kampung, pulannya ya kalau ada hal seperti itu.

    ReplyDelete
  6. Semoga bapak cepat sembuh mas,.....saudara dari istri saya juga ada yg tinggal di Lombok.... Lama juga ya merantau ke Malang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin,ya mas saya sudah punya KTP Malang

      Delete

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan