Memilih yang baik-baik saja

thumbnail
Ibarat lebah ia mengeluarkan madu yang berguna sebagai obat untuk kesehatan badan, madu yang dikeluarkan oleh lebah dengan banyak khasiatnya menandakan bahwa apa yang dikonsumsi lebah adalah sesuatu yang baik dan berkualitas. Makanan yang diserap lebah berabahan alami dan terpilih dari saripati bungan yang dihisapnya. Demikian pula manusia jika makanan yang dikonsumsinya adalah berasal dari sesuatu yang halal dan baik, maka lihatlah menusia tersebut akan melakukan hal-hal yang baik. 

Mengharap Kebaikan Orang Lain

thumbnail
oleh : Ust.Alimin Mukhtar
Setiap kita sangat menginginkan agar mendapati kebaikan, keberuntungan, nasib baik, untuk diri kita sendiri. Sebaliknya, kita pun banyak memohon agar terhindar dari keburukan, kemalangan, dan nasib sial. Lalu, pernahkah kita mengharap agar orang lain juga mendapatkan kebaikan, keberuntungan dan nasib baik, sama seperti yang kita angan-angankan untuk diri kita sendiri?

TIDAK BERPENDIRIAN

thumbnail
Bukanlah sikap yang baik dalam beragama, ketika seseorang yang mempunyai agama namun tidak yakin terhadap prinsip agama yang di anutnya. Maka sebagai orang yang beragama, prinsip yang harus dipegang adalah prinsip yang telah ditetapkan oleh agama yang diyakininya. Ragam kepercayaan yang muncul diera saat ini, seringkali memunculkan orang-orang yang gampang tergoyahkan oleh prinsip yang dianggapnya lebih menarik. Pada saat yang bersamaan orang tersebut lupa atau bahkan sengaja mengabaikan prinsip agama yang telah dianutnya puluhan tahun lamanya. Fenomena ini menjadi menarik untuk di tulis, bagaimana seharusnya kita bersikap berikut tulisan Ust. Alimin mengupasnya lebih dalam : 

SUNNAH SIAPAKAH INI?

thumbnail


Suatu hari, ketika berkumpul bersama sebagian sahabatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti sunnah-sunnah kaum sebelum kalian jengkal demi jengkal, dan hasta demi hasta, sehingga andaikan saja mereka masuk ke liang biawak sekalipun, niscaya kalian akan turut juga masuk kesana!” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, (apakah yang Anda maksud adalah) kaum Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Siapa lagi?” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

inilah orang yang paling lemah sedunia

thumbnail

Dalam fikiran banyak orang orang, kelemahan itu diukur dari kekuatan fsik mereka, jik seseorang mampu mengangkat suatu benda yang berat maka ia di nyatakan sebagai orang kuat, sebaliknya orang yang tidak mampu mengangkat benda yang berat maka ia dikategorikan lmah. Adapula yang menganggap bahwa orang lemah adalah orang yang badannya sakit-sakitan, sementar mereka yang kuat adalah orang yang badannya sehat dan jarang sakit. Persepsi tersebut tidaklah salah namun tidak semuanya benar, sebab ternyata masih ada persepsi lemah yang bisa dijadikan sebagai sebuah ukuran untuk menentukan bahwa orang itu lemah atau kuat. Bagaiamana lemah menurut persepsi yang barusan disebutkan, Ust. Alimin merangkainya dalam sebuah tulisan berdasarkan kitab syuabul iman :