Hikmah dibalik Puasa 'Asyuro



Beberapa hari lagi ada puasa dibulan Muharram yang disunnahkan, status hukumnya adalah sunnah (sunnah yang dianjurkani). Para ulama’ menyebuttnya dengan puasa ‘asyura sebab dikerjakan pada tanggal 10 Muharam dalam bahasa Arab ‘Asyuro mempunyai makna sepuluh. Ada bebebrapa hikmah yang bisa didapat oleh orang yang berpuasa di tanggal 10 Muharam, diantaranya : 

Pertama Puasa ‘asyura termasuk puasa yang paling utama selain puasa Ramadhan, Rasulullah SAW. Bersabda :


 أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ 

“Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa bulan) Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam” (HR. Muslim) .

Kedua, puasa ‘Asyura adalah puasa yang di istimewakan oleh Rasulullah hal ini dibuktikan dengan hadits nabi yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas , ia menuturkan bahwa nabi nabi memperhatikan puasa satu hari dibulan Muharam yaitu puasa ‘Asyura. Sabda Rasulullah SAW. 

 عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – قَالَ مَا رَأَيْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ ، إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ . يَعْنِى شَهْرَ رَمَضَانَ 

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu ia berkata, saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikan puasa satu hari yang diutamakannya atas yang lainnya selain hari ini, hari asyura dan bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari) Ketiga, puasa ‘Asyuro dapat menghapus dosa satu tahun sebelumnya, inilah impian setiap muslim agar dosanya senantiasa dihapuskan oleh Allah SWT. Maka solusinya adalah puasa ‘Asyura. Sabda Rasulullah SAW. : 

 سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ 

Rasulullah ditanya tentang puasa asyura, beliau menjawab, “dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim) 

Lalu bagaimana dengan puasa tanggal Sembilan, apakah hukumnya? Puasa tasu’a adalah puasa yang Rasulullah berniat untuk melakukannya tahun depan namun beliau meninggal sebelum melakukannya. Meskipun secara fi’li (perbuatan) beliau belum melakukkannya, para ulama fiqih menghukuminya Sunnah. Alasannya adalah sabda nabi berikut ini :

حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ
Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan orang agar berpuasa padanya, mereka berkata, “Ya Rasulullah, ia adalah suatu hari yang dibesarkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika datang tahun depan, insya Allah kita berpuasa juga pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas berkata, “Maka belum lagi datang tahun berikutnya itu, Rasulullah SAW pun wafat.” (HR. Muslim dan Abu Dawud).
Demikian pembahasan tentang hikmah puasa hari ‘Asyuro, semoga Allah memberikan kekuatan kepada para pembaca untuk bisa mengamalkannya.

Hikmah dibalik Puasa 'Asyuro Hikmah dibalik Puasa 'Asyuro Reviewed by Mawardi Ardi on September 17, 2018 Rating: 5

1 comment:

  1. terima kasih sharingnya... mudah-mudahan dosa kita yang kemarin terhapus dengan puasa ini. :)

    ReplyDelete

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan

Powered by Blogger.