Fenomena Persekusi



Akhir-akhir ini ramai diberitkan diberbagai media, tentang persekusi gerakan dengan tagar #2019ganti presiden. Secara pribadi jika saya ingin melihat obyektifitas berita, refrensi saya adalah social media sebab sering kali apa yang diberitakan media Televisi bersifat subjektif sebagai akibat keberpihakan media kepada afiliasi politik para pemiliknya.

Di sosial media saya menemukan banyak fakta yang tak diberitakan media televisi, sehingga terkesan kalau berita disosial media mendekati fakta. Sebab para kontributornya, kebanyakan masyarakat yang terkadang berada di TKP. Bahkan berita mereka jauh lebih lengkap dokumentasinya, kekuatan social media nampaknya menjadi media alternative digunakan para oposisi, untuk mengkeritik penguasa yang tyran.

Melihat perlakuan aparat kepada para aktifis #2019gantipresiden, mengesankan penguasa saat ini takut kehilangan kekuasaannya. Lalu menggunakan segala macam cara, dan kekuatan untuk menjegal mereka yang tidak sejalan dengan penguasa. Indonesia yang bulan ini telah berumur 73 tahun kemerdekaannya, menjadi tercederai dengan adanya peristiwa persekusi kelompok tertentu, dan terkesan kelompok yang melakukan persekusi dibiarkan melakukan apa yang diinginkannya.

Inikah makna kemerdekaan itu? Kita ditekan dan diintimidasi oleh saudara kita sendiri dalam berpendapat. Masihkan Indonesia disebut sebagai Negara yang demokratis /,jika hak-hak berpendapat tidak diberikan ruang gerak yang cukup luas bagi mereka yng bersebrangan.

Betapa miris hati kita saat melihat perlakuan aparat terhadap ibu-ibu yang bersuara keras, mereka dihadang para preman bayaran, dilempari batu (hidayatullah). Bahkan di Surabaya ada ibu-ibu yang ditarik dan diangkat paksa oleh aparat yang seharusnya melindungi hak-hak mereka (detik) . Sementara di tempat lain , pihak yang pro penguasa dengan bebasnya, bahkan dijaga aparat mereka mendeklarasikan calon presiden idolanya?(youtube.com). Sungguh ketidak adilan yang nyata, sakit rasanya hati ini melihat ketimpangan perlakuan yang dilakukan oleh penguasa. Seolah penguasa tidak punya kekuatan untuk menghentikan semuanya, dimana slogan pro rakyat yang selalu didengungkan? .Dimana letak pengejawantahan sila ke lima  keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.


Fenomena Persekusi Fenomena Persekusi Reviewed by Mawardi Ardi on August 29, 2018 Rating: 5

No comments:

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan

Powered by Blogger.