Cerita ayah dipagi hari


Sejak putri saya yang pertama bersekolah di kota Batu, terhitung mulai pertengahan Juli ini maka kesibukan saya bertambah terutama dipagi hari. Sementara putra saya yang nomer dua masih tetap di madrasadh Tsanawiyah Muhamamadiyah Tlogomas, lalu lintas Pagi yang tidak searah membuata saya harus berangkat lebih pagi. Setiap pagi mulai senin hingga Sabtu, kami harus berangkat minimal jam  5.30, kalau tidak maka salah seorang anak kami beresiko terlambat tiba disekolah. Secara kebetulan, meskipun kedua anak saya sekolah ditempat yang berbeda, numun waktunya masuk sama yakni 6.30.


Qonita anak saya yang pertama, sebenarnya telah mendaftarkan diri di sekolah yang dekat dengan sekolah adiknya. Tapi takdir Allah berkehendak lain , ia diterima di sekolah yang berjauhan dengan adiknya, maka jadilah setiap hari saya harus mengantar keduanya ketempat yang berbeda, Qonita kearah barat dan adiknya Faruqi kearah Timur dari tempat tinggal kami. Lalu lintas yang ramai juga menjadi tantangan tersendiri, apalagi saya mengantar keduanya dengan menggunakan kendaraan roda empat. Yang tentu saja tidak selincah roda dua, sebenarnya saya bisa mengantarkan keduanya dengan menggunakan sepeda motor, tapi saya kasihan sepeda motornya menjadi over kapasitas.

Usai mengantar keduanya saya harus segera ke sekolah, sebab saya sudah ditunggu  siswa-siswa disekolah untuk saya sambut datang ke sekolah. Meskipun mereka sudah SMA perhatian kepada mereka harus tetap ada, sebagai guru tentu saja berharap para siswa datang dengan penuh motivasi maka ikhtiar saya agar mereka bertambah semangat saya berinisiatif menyambut mereka ketika tiba di sekolah. Menyambut mereka dengan bersalaman seraya tersenyum, menanyakan kabarnya hari itu, sambil membisikkan nasehat-nasehat tentang ilmu. Sering kali saya melihat mereka datang ke sekolah dengan muka sedih, disitulah saya menempatkan diri untuk mereka, menanyakan apa masalah mereka, mengapa wajahnya murung ,dengan begitu mereka merasa diperhatikan oleh gurunya. Kecuali itu, kegiatan menyambut anak dengan tersenyum, bersalaman dengan mereka juga merupakan bagian dari sunnah nabi. Seperti sabda beliau dalam hadits berikut :

تبسمك فى وجه اخيك لك صدقة  
Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi 1956, ia berkata: “Hasan ‎gharib”. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib).‎
مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

Tidaklah dua muslim itu bertemu lantas berjabat tangan melainkan akan diampuni dosa di antara keduanya sebelum berpisah.” (HR. Abu Daud no. 5212, Ibnu Majah no. 3703, Tirmidzi no. 2727. Al Hafizh Abu Thohir menyatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Adapun Syaikh Al Albani menyatakan bahwa hadits ini shahih).
Cerita ayah dipagi hari Cerita ayah dipagi hari Reviewed by Mawardi Ardi on July 18, 2018 Rating: 5

No comments:

Terima Kasih Atas kunjugan anda silahkan tinggalkan pesan

Powered by Blogger.